Sunday, April 5, 2020

Mengenal Mail Server

Email merupakan layanan penting yang untuk saat ini sering digunakan oleh pengguna internet. Email merupakan surat elektronik yang digunakan untuk bertukar informasi atau file (attachment) di antara penggunanya. Layanan email melibatkan komunikasi client-server dimana pada bagian server sering disebut dengan mail server. Pada sisi client, untuk mengakses email pada server dapat digunakan aplikasi email seperti outlook, thunderbirds, dsb ataupun menggunakan webmail seperti squirelmail, roundcube dan sebagainya. 


Untuk membangun mail server pada linux, beberpa paket mail server yang dapat digunakan antara lain sendmail, postfix, qmail dan sebagainya. 

Pada layanan email melibatkan tiga komponen, yaitu:
- Mail Transfer Agent (MTA)
   berfungsi untuk mengirimkan email
   contoh: Sendmail, Postfix, Qmail
- Mail Delivery Agent (MDA)
   berfungsi mendistribusikan email yang datang ke Mail Transfer Agent (MTA) sesuai mailbox 
   masing-masing user.
- Mail User Agent (MUA)
  digunakan untuk menerima dan membaca email
  contoh: Thunderbird, Outlook, dsb

Layanan email umumnya menggunakan ketiga protokol berikut:
- SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)– Port 25
- POP3 (Post Office Protocol) – Port 110
- IMAP (Internet Message Access Protocol) Port 143 

SMTP digunakan untuk mengirimkan email dari mail client ke mail server
user -> mail client -> internet - mail server

POP3 dan IMAP memiliki fungsi yang sama yaitu untuk menerima email. Pada POP3, email akan diunduh ke aplikasi mail client sehingga ketika koneksi ke mail server mati, pengguna masih dapat mengakses email. Hal tersebut berbeda dengan IMAP yang secara default semua email tersimpan di mail server dan hanya diunduh pada email yang diakses oleh pengguna saja. Webmail umumnya menggunakan protokol IMAP untuk mendaparkan data email. Komunikasi POP3 dan IMAP dapat digambarkan sebagai berikut:
User <- POP3/IMAP <-internet <- mail server


0 comments

Post a Comment