Saturday, February 29, 2020

Metodologi Untuk Pengembangan

Metodologi pengembangan berisi serangkaian tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan dalam pengembangan produk atau penelitian. Pada tahapan-tahapan metodologi pengembangan tersebut melibatkan metode , prosedur , teknik, framework, pendekatan, algoritma yang lebih spesifik untuk menciptakan output yang sesuai dengan tujuan (Setiyani, 2014). Perbedaan penggunaan metode , prosedur , teknik, framework, pendekatan, algoritma pada pengembangan produk/penelitian dengan permasalahan yang sama mampu memberikan kemungkinan perbedaan hasil. Oleh karena itu dengan menggunakan input yang sama tetapi menggunakan metode , prosedur , teknik, framework, pendekatan, algoritma yang berbeda mampu memberikan hasil yang unik antara satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan skemanya, metodologi pengembangan dapat berbentuk:
1. Linier, contoh:

2. Paralel, contoh:

3. Iteratif, contoh:



Berdasarkan manajemen pengerjaannya, metodologi pengembangan dapat berbentuk (Warsono, 2019):
1. Waterfall
Proses pengembangan produk, penelitian, dan sejenisnya yang setiap tahapannya dilakukan secara berurutan. Hal tersebut berdasarkan konsep waterfall (air terjun) yang mengalir dari atas ke bawah secara berurutan
2. Agile
Proses pengembangan produk, penelitian, dan sejenisnya yang setiap tahapannya dapat berubah sesuai dengan kondisi (adaptif). Namun perubahan tersebut harus memiliki visi yang jelas sesuai dengan prinsip dan nilai Agile sehingga tidak menyebabkan chaos antara developer dan pemiliki pekerjaan.

Jenis-jenis metodologi pengembangan:
Perangkat Lunak
A. System Development Life Cycle (SDLC)
Tahapan (Sultan, En-nouaary, & Hamou-lhadj, 2008):
- Analisis Kebutuhan
- Perancangan
- Pengembangan
- Pengujian
- Maintenance
B. Prototype / Prototiping
Metodologi ini merupakan bagian dari metodologi pengembangan perangkat lunak yang melibatkan proses evaluasi yang biasanya berasal dari customer atau pemiliki pekerjaan untuk mendapatkan masukan terkait dengan produk yang dibuat agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari customer atau pemiliki pekerjaan. Tahapan dari metodologi pengembangan prorotype/prototyping adalah sebagai berikut:
sumber: angon.co.id

Jaringan Komputer
A. Network Development Life Cycle (NDLC)
Tahapan :
- Identifikasi kebutuhan
- Perancangan
- Simulasi prototipe
- Implementasi
- Monitoring
- Manajemen

B. Model PPDIOO
Tahapan :
- Prepare
- Plan
- Design
- Implement
- Operate
- Optimize

Jenis-jenis metodologi pengembangan yang disebutkan di atas hanya sekedar contoh, masih banyak lagi metodologi pengembangan yang lain sesuai dengan kebutuhan pengembangan. Pemilihan jenis metodologi pengembangan harus disesuaikan dengan jenis sistem yang akan dikembangkan.

Di dalam metodologi pengembangan terdapat metode , prosedur , teknik, framework, pendekatan, algoritma yang secara spesifik dilibatkan dalam salah satu tahapan. Sebagai gambaran, contoh-contoh metode , prosedur , teknik, framework, pendekatan, algoritma berdasarkan bidang (namun dapat digunakan untuk lintas bidang pula) yang akan dikembangkan dapat ditunjukkan sebagai berikut :

Data science:
- Machine learning, clustering, classification, dsb
- Deep learning
- Text mining (Ibnugraha, Nugroho, & Santosa, 2018)
- dan sebagainya

Embedded system
- interfacing I/O
- dan sebagainya

IT security:
- penggunaan framework NIST (Bowen & Wilson, 2006), COBIT (Isaca, 2013)
- Rule-based, anomaly based IDS
- dan sebagainya

Jaringan computer:
- Metode tunneling
- Mekanisme Dual stack
- SPF
- DNS delegation
- Dan sebagainya

Robotik:
- Swarm
- Genetic algorithm
- Dan sebagainya

Aplikasi:
- REST-API
- JSON
- Dan sebagainya

Metode , prosedur , teknik, framework, pendekatan, algoritma diatas merupakan contoh dari beberapa bidang jurnal penelitian yang sudah ada. Metode , prosedur , teknik, framework, pendekatan, algoritma tersebut tidak harus spesifik pada bidang diatas, namun bisa digunakan secara fleksibel pada bidang lain pula. Bahkan dapat diintegrasikan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pengembang produk/penelitian pada berbagai bidang.

Referensi:
Bowen, P., & Wilson, M. (2006). Information Security Handbook : A Guide for Managers, (October).

Ibnugraha, P. D., Nugroho, L. E., & Santosa, P. I. (2018). An Approach for Risk Estimation in Information Security Using Text Mining and Jaccard Method. Bulletin of Electrical Engineering and Informatics, 7(3), 393–399. https://doi.org/10.11591/eei.v7i3.847

Isaca. (2013). COBIT: A Business Framework for the Governance and Management of Enterprise IT.

Setiyani, L. (2014). Research Methods Information Technology. Jatayu Catra Internusa. https://doi.org/10.1016/B978-008044910-4.00180-2

Sultan, K., En-nouaary, A., & Hamou-lhadj, A. (2008). Catalog of Metrics for Assessing Security Risks of Software throughout the Software Development Life Cycle, 461–465. https://doi.org/10.1109/ISA.2008.104

Warsono. (2019). Life Cycle Management.

0 comments

Post a Comment